Begini Cara Mengoleskan Krim Popok Bayi yang Tepat

Ruam popok menjadi masalah kulit yang sering terjadi pada si Kecil karena penggunaan popok hampir sepanjang waktu. Selain itu, kulit bayi juga sering bergesekan dengan popok yang menampung urin dan tinjanya. Tidak heran jika area kulit si Kecil, seperti bokong, lipatan paha, paha dan sekitar alat kelaminnya rentan mengalami ruam popok. Kondisi ini juga menjadi salah satu penyebab si Kecil sering rewel.

Kondisi ini pun tidak bisa dihindari meski Moms sudah mengganti popok dan membersihkan area bokong si Kecil secara teratur. Cara lain untuk mencegah ruam popok adalah dengan menggunakan krim popok bayi. Namun, ketahui dulu cara menggunakan krim anti ruam popok yang tepat berikut agar efektif mencegah atau mengobati masalah kulit pada si Kecil.

Sampai Umur Berapa Bayi Pakai Popok?

Perpindahan dari memakai popok ke penggunaan toilet adalah salah satu peristiwa penting dalam masa kanak-kanak. Akan tetapi, sampai umur berapa bayi pakai popok? Pada dasarnya, setiap anak memiliki timeline-nya masing-masing, jadi jawaban tentang sampai umur berapa bayi pakai popok cukup bervariasi. Namun, sebagian besar anak sudah bisa menggunakan toilet dan bisa berhenti menggunakan popok di usia 18-30 bulan, meski beberapa anak belum bisa lepas dari popok sepenuhnya sampai umur 4 tahun (1).

Jenis Popok untuk Bayi

Kira-kira mana yang lebih baik, bayi pakai popok kain atau popok sekali pakai? Ada 2 jenis popok yang seringkali digunakan, yaitu popok kain yang bisa dicuci dengan popok sekali pakai.2 Ulasan di bawah ini menjabarkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis popok untuk bayi.

  1. Popok kain. Popok kain terbuat dari kain lembut yang membuat kulit bayi bisa bernapas lebih baik sehingga tidak terlalu berisiko terkena ruam popok. Meski harga awalnya lebih mahal karena orangtua harus membeli cukup banyak di awal, namun secara jangka panjang popok kain lebih hemat. Sayangnya, popok kain tidak cocok untuk digunakan ketika bepergian keluar rumah, kurang bisa menyerap dan harus dicuci berulang kali (2).
  2. Popok sekali pakai. Popok sekali pakai memberikan kepraktisan di mana Moms bisa langsung membuang popok yang kotor dan menggantinya dengan yang baru. Selain itu, popok jenis ini juga lebih bisa menyerap kotoran dibandingkan dengan popok kain. Namun, sebagian bayi memiliki reaksi alergi ketika menggunakan popok sekali pakai (2).
Serba Serbi Keluhan Kulit pada Bayi Area Popok | Bepanthen - Bayi baru lahir berbaring di tempat tidur dengan kelopak mawar selembut krim pelembab kulit bayi Bepanthen

Jadwal Ganti Popok Bayi

Pertanyaan seperti “Ganti popok bayi berapa jam sekali?” merupakan salah satu hal yang sering ditanyakan terutama oleh para orangtua baru. Baik menggunakan popok kain ataupun popok sekali pakai, jangan biarkan bayi memakainya terlalu lama karena dapat menyebabkan ruam popok dan infeksi jamur kulit. Jadi, Moms harus mengganti popok si Kecil setiap kali mereka buang air kecil atau buang air besar, atau setidaknya melakukan pengecekan setiap 2 - 3 jam (3).

Cara Merawat kulit bayi dengan Krim Popok Bayi

Berikut adalah beberapa cara mengoleskan krim popok bayi yang tepat:

  • Pilih krim popok bayi yang mengandung Dekspanthenol. Dekspanthenol merupakan turunan dari Panthotenic Acid (Vitamin B5) yang berperan dalam proses penyembuhan luka, mempertahankan kelembapan kulit, dan meningkatkan lapisan pertahanan kulit atau perlindungan kulit (4).
  • Oleskan krim popok bayi setiap mengganti popok. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Dekspanthenol tiap hari pada area yang bersentuhan dengan popok selama 28 hari dapat mencegah terjadinya ruam popok bayi (4,5).
  • Pastikan kulit si Kecil sudah kering saat mengoleskan krim popok bayi. Hal ini dilakukan agar krim popok bayi mudah diserap dengan baik dan dapat bekerja secara maksimal pada kulit si Kecil (6).
  • Oleskan krim popok bayi pada area kulit yang kontak dengan popok. Ruam popok biasanya ditemukan atau terjadi pada area perut bagian bawah, daerah pantat, area luar genitalia, lipatan paha, dan paha bagian dalam (6).

Selain itu terdapat hal-hal yang harus diperhatikan Moms agar si Kecil terhindar dari risiko ruam popok, yaitu :

  • Ruam popok hanya terjadi pada bayi atau anak-anak yang masih menggunakan popok (6). Popok umumnya digunakan pada usia 0 - 3 tahun.
  • Jaga kulit tetap kering dengan mengganti popok sesering mungkin setelah terkena urin atau tinja (6).
  • Bersihkan area yang terkena popok dengan lembut menggunakan air setiap mengganti popok, hindari menggosok kuat (6).
  • Menggunakan popok daya serap tinggi. Popok dengan daya serap tinggi akan menyerap air dari kulit yang basah dan melindungi pH kulit si Kecil agar tetap terjaga (6).

Itulah cara mengoleskan krim popok bayi yang bisa Moms terapkan pada si Kecil. Sesekali Moms bisa membiarkan si Kecil tidak menggunakan popok agar kulitnya bisa bernapas. Selain itu, krim popok bayi dengan kandungan Dekspanthenol (Pro Vitamin B5) terbukti secara klinis merawat kulit dan melindungi dari risiko ruam popok si Kecil (7).

CH-20220816-26

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Reza Dirgahayu Putri

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi:

  1. Brown, S. (2021, February 1). When Your Child Should Stop Using Diapers. Very Well Family. Very Well Family. Retrieved August 10, 2022

  2. Hohman, M. (2021, October 25). Cloth vs. Disposable Baby Diapers: Which Should You Choose? What to Expect. Retrieved August 10, 2022, from https://www.whattoexpect.com/diapering-essentials/cloth-vs-disposables.aspx

  3. Knisley, K. (2020, May 15). How Many Diapers Do I Need? A Guide to Stocking Up. Healthline. Retrieved August 10, 2022

  4. Proksch E, de Bony R, Trapp S, Boudon S. Topical Use of Dexpanthenol. 2017; 28(8): 766–73.

  5. Sznurkowska DK, Liberek DA, Cieloch KB, Czernicka O, Bony DR de, Kurka DP, et al. Irritant Diaper Dermatitis Supplement Part 2 : Evaluation of a New Cosmetic Topical Formulation in the Management of Irritant Diaper Dermatitis in Infants.  SelfCare 2015; 6: 12-24.

  6. Irfanti RT, et al. Diaper Dermatitis. CDK edisi khusus CME. 2017.

  7. Putet G et al. Effect of Bepanthen® Ointment in the prevention and treatment of diaper rash on premature and full-term babies. Réalités Pédiatriques 2001;63:33-38;

bentuk garis merah muda dan abu-abu melengkung ke atas Bepanthen