Berkenalan dengan Dekspanthenol, Bahan yang Banyak Manfaatnya untuk Kulit Bayi

Dekspanthenol/Dexpanthenol merupakan bahan yang sering dikaitkan untuk masalah kulit seperti ruam popok pada bayi, kulit kering dan sensitif. Bahan ini merupakan turunan dari asam pantotenat yang merupakan salah satu jenis vitamin B kompleks, yaitu vitamin B5. Berbeda dengan asam pantotenat, dekspanthenol lebih mudah diserap oleh tubuh sehingga cocok untuk dioleskan ke kulit (1,2). Simak info selengkapnya terkait bagaimana dekspanthenol juga dapat membantu melindungi dari risiko ruam popok bayi di bawah ini.

Apa saja manfaatnya untuk kulit?

  • Berperan dalam proses perbaikan luka. Apabila dekspanthenol dioleskan secara langsung, maka bahan turunan dari vitamin B5 ini akan berinteraksi dengan lapisan pelindung pada kulit sehingga dapat meningkatkan kadar kelembabannya. Selain itu, ia juga mampu membantu mendorong proses regenerasi kulit. Bahan dapat digunakan pada kulit sensitif karena memiliki sifat anti iritasi dan anti radang yang dapat menghambat sitokin penyebab munculnya inflamasi (1).
  • Sebagai moisturizer. Penggunaan dekspanthenol juga sering digunakan untuk membantu merawat kulit dengan kondisi tertentu seperti kulit kering, sensitif, bersisik (dermatitis seboroik), eksim (dermatitis atopik) dan ruam popok bayi. Jika dibandingkan dengan orang dewasa, kulit bayi memiliki struktur yang berbeda di mana ia masih belum dapat mempertahankan cairan dan kelembaban sehingga lebih rentan untuk mengalami dehidrasi dan kerusakan (1)
  • Pengganti barier kulit. Penelitian RCT yang dilakukan oleh dr. Sznurkowska, dkk menunjukkan bahwa penggunaan selama 28 hari mampu menekan jumlah kasus ruam popok pada bayi. Penelitian lain yang dilakukan oleh Putet, dkk juga menemukan bahwa salep dekspanthenol 5% dapat menurunkan kejadian ruam popok bayi pada bayi baru lahir. Bahan ini juga berguna untuk merawat putting ibu menyusui, serta membantu meningkatkan barier atau pertahanan kulit (1,2,4).

Apakah dekspanthenol tersedia di Indonesia?

Saat ini dekspanthenol telah tersedia dalam berbagai bentuk, seperti: krim, emolien, obat tetes, gel, salep, bahkan spray. Di Indonesia, bahan ini umumnya tersedia dalam bentuk krim dan salep yang biasanya digunakan sebagai pelembab kulit, membantu meningkatkan skin barrier, dan membantu merawat kulit yang terluka.

Agar mudah digunakan, biasanya bahan ini diaplikasikan dengan cara dioles menggunakan krim 5%, salep 5%, gel 0,5 gram/100 ml, cair (liquid) 0,2 gram/100 gram, dan emulsi 5%. Salep 5% dan krim 5% dekspanthenol mengandung 50 mg dekspanthenol. Salep atau krim yang mengandung bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu 25oC dan di tempat yang tidak terkena matahari langsung (3).

Bagaimana cara menggunakannya untuk ruam popok bayi?

Dekspanthenol dapat digunakan untuk pencegahan dan penanganan kasus ruam popok bayi, kulit bersisik, eksim, lecet pada puting, dan sebagai moisturizer untuk luka.

  • Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dekspanthenol tiap hari pada area yang bersentuhan dengan popok selama 28 hari dapat mencegah terjadinya ruam popok bayi4.
  • Khusus untuk bayi yang memiliki masalah ruam popok, gunakan dalam bentuk salep yang rutin dioleskan 2 kali sehari selama 3-4 minggu (2,3)
  • Meskipun bisa untuk digunakan pada anak, namun Food and Drug Administration (FDA) mengategorikan bahan ini sebagai kategori C sehingga penggunaannya pada ibu hamil sebaiknya dikonsultasikan pada dokter.
  • Selain itu, meskipun jarang terjadi, bahan ini dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Apabila terjadi reaksi alergi atau jika akan menggunakan salep atau krim berbahan dekspanthenol bersamaan dengan obat lain, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk menghindari terjadinya interaksi obat (5).

CH-20220321-24

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Ruth Katrin Goldina

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi:

  1. Proksch E, de Bony R, Trapp S, Boudon S. Topical use of dexpanthenol: a 70th anniversary article. https://doi.org/101080/0954663420171325310 [Internet]. 2017 Nov 17 [cited 2022 Jan 25];28(8):766–73. Available from: https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/09546634.2017.1325310

  2. Peltier E, Mekideche K, Branka J-E, Trapp S, Peltier E, Mekideche K, et al. New Insights in the Skin Protective Activity of a Dexpanthenol Containing Formula (BEPANTHEN®) in a Diaper Rash-Like Model. J Cosmet Dermatological Sci Appl [Internet]. 2020 Mar 30 [cited 2022 Jan 25];10(2):76–84. Available from: http://www.scirp.org/journal/PaperInformation.aspx?PaperID=100649

  3. Drugbank. Dexpanthenol: Uses, Interactions, Mechanism of Action | DrugBank Online [Internet]. 2022 [cited 2022 Jan 25]. Available from: https://go.drugbank.com/drugs/DB09357

  4. Sznurkowska DK, Liberek DA, Cieloch KB, Czernicka O, Bony DR de, Kurka DP, et al. IRRITANT DIAPER DERMATITIS SUPPLEMENT PART 2: EVALUATION OF A NEW COSMETIC TOPICAL FORMULATION IN THE MANAGEMENT OF IRRITANT DIAPER DERMATITIS IN INFANTS - Selfcare Journal. SelfCare J [Internet]. 2015 Sep 10 [cited 2022 Jan 25]; Available from: https://selfcarejournal.com/article/irritant-diaper-dermatitis-supplement-part-2-evaluation-of-a-new-cosmetic-topical-formulation-in-the-management-of-irritant-diaper-dermatitis-in-infants/

  5. PubChem CompNational Center for Biotechnology Information. "PubChem Compound Summary for CID 131204, Dexpanthenol" PubChem, https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Dexpanthenol . Accessed 25 January, 2022.

bentuk garis merah muda dan abu-abu melengkung ke atas Bepanthen