Melawan Baby Blues, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Baby Blues?

Baby blues syndrome adalah fenomena perubahan mood sementara yang terjadi dalam 1-5 hari setelah melahirkan1 dan tidak memenuhi kriteria depresi mayor (2).

  • Umumnya, kondisi ini bersifat sementara dan dapat membaik dengan sendirinya (2).
  • Namun, tidak menutup kemungkinan dapat berkembang menjadi depresi setelah melahirkan (2).
  • 4 sampai 11 kali lebih sering, ibu yang mengalami baby blues syndrome dapat mengalami depresi setelah melahirkan (2).
  • Meski baby blues cenderung terjadi pada kehamilan pertama, namun dapat juga terjadi di kehamilan selanjutnya (1)
  • Ibu yang tinggal terpisah dari keluarga dan mertua berisiko lebih rendah untuk mengalami baby blues (1).

Faktor yang Menjadi Penyebab Baby Blues

Faktor penyebab baby blues syndrome dan perubahan mood antara lain adalah karena kondisi saat hamil dan setelah kehamilan. Bukan hanya itu, berikut ini beberapa penyebab yang perlu Anda ketahui sebelum melawan baby blues:

  • Hormon setelah melahirkan: Setelah melahirkan, perempuan akan mengalami tingkat stres tertinggi, khususnya bulan pertama setelah melahirkan. Pada masa ini, perempuan berisiko mengalami gangguan psikologis 18 kali lebih tinggi dibandingkan pada masa kehamilan (1).
  • Kurangnya istirahat: Kurangnya tidur dan istirahat yang cukup juga dapat memicu terjadinya baby blues syndrome pada ibu (3).
  • Kondisi ekonomi yang kurang stabil: Baby blues lebih sering terjadi pada ibu dengan kondisi ekonomi yang kurang stabil (1). Kelas sosial rendah dan pekerjaan tidak tetap merupakan beberapa faktor penyebab baby blues.
  • Kehamilan yang tidak diinginkan: Penyebab baby blues yang lain juga karena kondisi psikologi ibu saat mengandung. Kehamilan yang tidak diinginkan serta kurangnya respon positif dari ibu terkait dengan baby blues dan gejala yang lebih berat (1).
  • Tinggal dengan mertua atau keluarga besar: Ibu yang tinggal bersama keluarga besar lebih berisiko mengalami gangguan mood karena cenderung kesulitan untuk mendapatkan hal yang diinginkan dan waktu istirahat dan tidur yang cukup, serta berisiko mendengar dan mengalami hal yang kurang menyenangkan (4)
  • Kualitas hubungan pasangan: Perhatian dari suami merupakan faktor penting lain yang memengaruhi terjadinya baby blues (1). Kualitas hubungan yang kurang baik dapat memengaruhi emosional ibu dan menyebabkan ketidakpuasan. 
  • Kurangnya informasi parenting: Kurangnya akses terhadap informasi mengenai parenting serta kurangnya dukungan dari lingkungan sosial di sekitar ibu dapat memicu terjadinya baby blues syndrome (3).

Gejala terjadinya baby blues

Gejala baby blues umumnya terjadi dalam 10 hari pertama kelahiran, terutama pada minggu pertama kelahiran. Baby blues syndrome biasanya dimulai pada hari pertama hingga kelima setelah kelahiran dengan puncak gejala terjadi pada hari keempat dan kelima. Gejala baby blues syndrome umumnya akan membaik dalam dua minggu. Baby blues syndrome ditandai dengan mood yang turun dan gejala depresi ringan (1,3). Gejala yang dapat dialami antara lain (1,2):

  • Gangguan perubahan mood.
  • Menangis.
  • Insomnia. 
  • Kebingungan dan mudah lupa.
  • Mudah lelah. 
  • Sering sensitif dan cemas. 
  • Gangguan nafsu makan. 
  • Tidak mau terlibat kontak dengan bayi seperti menyusui (1), dan dapat menyebabkan penelantaran bayi.

Melawan Baby Blues pada Ibu

Meski kondisi ini umum terjadi pada ibu yang baru melahirkan, namun terdapat beberapa cara untuk mencegah dan melawan baby blues syndrome:

  1. Skin-to-skin contact segera setelah melahirkan: Metode kontak fisik seperti ini cukup efektif untuk mencegah terjadinya baby blues pada ibu, dan dapat bermanfaat untuk meningkatkan perasaan ingin melindungi oleh ibu (1)
  2. Validasi perasaan ibu: Hal ini akan membantu ibu mengatasi gejala baby blues yang dialami (2). Pengertian dan dukungan suami merupakan hal penting yang dapat mencegah terjadinya baby blues syndrome. Membicarakan ketidaknyamanan dan kekhawatiran juga dapat mengurangi terjadinya stress.
  3. Dukungan psikososial pada ibu: Dukungan dari sosial dan lingkungan sekitar juga penting untuk mencegah dan melawan baby blues syndrome. Selain itu, bentuk dukungan bisa berupa:
    • Pasangan diharapkan dapat bergantian dalam mengurus dan merawat anak karena kelelahan dan kurang tidur dapat memicu terjadinya baby blues (3).
    • Dukungan bisa didapat dari keluarga dan teman dekat, atau dari komunitas. Penting bagi ibu untuk memiliki teman bicara dalam menghadapi stress setelah melahirkan (5).
    • Ibu sebaiknya dibantu agar merasa rileks dan nyaman dengan mendengarkan lagu yang menenangkan (4), mengonsumsi makanan yang enak dan sehat, menghindari rokok dan alkohol, serta mendapatkan istirahat cukup dan dukungan moral dari pasangan, keluarga, dan teman (5)
  4. Mengonsumsi makanan sehat: Cara untuk melawan baby blues adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat (rendah gula, garam, dan lemak) karena orang yang sedang mengalami penurunan mood cenderung malas makan atau mengonsumsi makanan yang kurang sehat sebagai usaha untuk meningkatkan mood (6).

Perhatikan Hal yang Membuat si Kecil Rewel

Bayi yang terus-menerus rewel terkadang membuat bingung dan stress. Namun, sebenarnya tangisan bayi menunjukkan bahwa memang ada kebutuhannya yang perlu dipenuhi seperti:

  1. Menangis karena lapar. Apabila ibu sedang tidak mampu menyusui bayi, tambahan susu formula dapat diberikan sampai ibu sanggup menyusui kembali (7).
  2. Mengalami nyeri perut. Segera pijat perut bayi dengan lembut atau mendekap dengan memposisikan bayi di tempat tidur dengan nyaman (7).
  3. Gelisah atau bosan. Bayi juga bisa menangis karena bosan atau gelisah sehingga perlu dihibur dengan mainan dan bunyi-bunyian (7)
  4. Ruam popok pada bayi. Ruam popok pada bayi dapat membuat si Kecil rewel. Apabila hal ini terjadi, lakukan penanganan berikut:
    • Jangan gunakan popok sekali pakai, namun sebaiknya pakai popok kain (8).
    • Ganti popok setiap 4 jam karena popok yang kotor dapat memperparah iritasi (8).
    • Ruam popok sebaiknya dibersihkan dengan air, kemudian dibersihkan dengan kapas bayi (8).
    • Jangan gunakan tisu yang mengandung alkohol karena dapat mengiritasi (8)
    • Ruam bisa diatasi dengan mengoleskan salep yang mengandung Dekspanthenol (9). Gejala ruam popok umumnya akan membaik dalam 2-3 hari (8). Apabila gejala ruam tidak berkurang atau semakin parah, sebaiknya hubungi dokter.

CH-20220426-21

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Ruth Katrin Goldina

Artikel ini ditinjau oleh:
dr. Riana Nirmala Wijaya - Medical Affairs Bayer Consumer Health

Referensi:

  1. Moslemi L, Tabari MG, Montazeri S, Tayadon M. The frequency and several effective factors on baby blues. HealthMED. 2012;6(12):4004–8. 

  2. Balaram K, Marwaha R. Postpartum Blues [Internet]. StatPearls - NCBI Bookshelf. 2022 [cited 2022 Apr 5]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554546/.

  3. Maliszewska K, Światkowska-Freund M, Bidzan M, Preis K. Relationship, social support, and personality as psychosocial determinants of the risk for postpartum blues. Ginekol Pol [Internet]. 2016 [cited 2022 Apr 5];87(6):442–7. Available from: https://journals.viamedica.pl/ginekologia_polska/article/view/GP.2016.0023/37534.

  4. Jahan N, Fariha US, Ananna MR, Das AK. Pregnant women’s condition and awareness about mood swings: A survey study in Bangladesh [Internet]. Vol. 935, Advances in Intelligent Systems and Computing. Springer International Publishing; 2019. 749–760 p. Available from: http://dx.doi.org/10.1007/978-3-030-19063-7_60.

  5. Pathiraja PDM. Post Partum Mood Disorders and Management. J Women’s Heal Dev [Internet]. 2020 [cited 2022 Apr 5];3(3):347–52. Available from: https://fortuneonline.org/articles/post-partum-mood-disorders-and-management.html.

  6. Gardner MP, Wansink B, Kim J, Park SB. Better moods for better eating?: How mood influences food choice. J Consum Psychol [Internet]. 2014;24(3):320–35. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.jcps.2014.01.002.

  7. Sjarif BH. IDAI | Mengenal Tangisan Bayi [Internet]. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2015 [cited 2022 Apr 5]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/mengenal-tangisan-bayi.

  8. Darmawan AC, Muktiari D. IDAI | Seputar Ruam Popok pada Anak [Internet]. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2016 [cited 2022 Apr 5]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/seputar-ruam-popok-pada-anak.

  9. Sznurkowska DK, Liberek DA, Cieloch KB, Czernicka O, Bony DR de, Kurka DP, et al. IRRITANT DIAPER DERMATITIS SUPPLEMENT PART 2: EVALUATION OF A NEW COSMETIC TOPICAL FORMULATION IN THE MANAGEMENT OF IRRITANT DIAPER DERMATITIS IN INFANTS - Selfcare Journal. SelfCare J [Internet]. 2015; Available from: https://selfcarejournal.com/article/irritant-diaper-dermatitis-supplement-part-2-evaluation-of-a-new-cosmetic-topical-formulation-in-the-management-of-irritant-diaper-dermatitis-in-infants/.

bentuk garis merah muda dan abu-abu melengkung ke atas Bepanthen