Kulit Bayi Mengelupas: Penyebab & Cara Mengatasinya

Karena kulitnya yang masih sensitif (1), bayi sangat rentan terhadap berbagai permasalahan kulit, salah satunya adalah kulit bayi mengelupas (1,2). Jika bayi Anda mengalami kondisi ini, jangan panik dulu, karena kulit bayi mengelupas disebabkan oleh beberapa faktor. Kenali ciri-ciri, penyebab dan cara terbaik untuk mengatasi kulit bayi mengelupas di bawah ini.

Ciri Kulit Bayi Mengelupas

Kita sering menganggap kulit bayi yang baru lahir lembut dan halus, padahal kulitnya yang lembut dan kenyal baru berkembang beberapa lama sejak kelahirannya. Wajar apabila bayi yang baru lahir mengalami beberapa permasalahan kulit. Biasanya, kulit bayi yang mengelupas ditandai dengan:

  • Kulit kering dan kasar (1,2,3)
  • Kulit pecah-pecah atau terdapat garis halus (2)
  • Kemerahan jika ia mengalami alergi atau iritasi pada kulit bayi (1,2)
  • Demam apabila disertai penyakit tertentu (4)
  • Kadang juga terdapat bruntusan yang disebabkan oleh eksim (2)

Penyebab Kulit Bayi Mengelupas

Kulit bayi mengelupas wajar terjadi terutama pada bayi yang baru lahir. Pengelupasan dapat terjadi pada bagian tubuh mana pun, seperti tangan, telapak kaki, dan pergelangan kaki (3). Berikut ini daftar penyebab mengapa kulit bayi mengelupas yang mungkin terjadi pada bayi Ayah dan Ibu:

  1. Masih ada sisa vernix (lapisan lemak yang mirip gumpalan keju pada kulit bayi baru lahir).
    Bayi yang baru lahir masih membawa berbagai jenis cairan seperti air ketuban, darah, dan lapisan vernix. Vernix merupakan lapisan tebal yang berfungsi untuk melindungi kulit bayi dari cairan ketuban. Ketika tubuh bayi dibersihkan, sebagian vernix akan ikut terbuang, namun bayi akan mulai melepaskan lapisan luar vernix dalam waktu 1-3 minggu hingga 40 minggu (2). Semakin prematur usia bayi saat lahir, semakin banyak pula jumlah lapisan vernixnya. Namun, semakin banyak vernix pada kulit bayi saat lahir, semakin sedikit juga kulit yang mengelupas (2).
  2. Eksim
    Dalam beberapa kasus, kulit bayi mengelupas bisa jadi disebabkan oleh kondisi kulit tertentu seperti eksim (dermatitis atopik). Eksim dapat menyebabkan kulit bayi memiliki bercak kering berwarna merah yang terasa gatal. Eksim jarang terjadi pada bayi yang baru lahir, bahkan sebaliknya, masalah kulit ini biasanya muncul saat bayi sudah mulai berkembang. Beberapa faktor yang dapat memicu eksim adalah iritasi kulit terhadap bahan-bahan seperti sampo, deterjen, ataupun produk susu (2).
  3. Demam karena penyakit tertentu
    Demam tinggi yang disebabkan oleh virus seperti penyakit Kawasaki dan Demam Scarlet dapat menyebabkan kulit si Kecil mengelupas. Penyakit Kawasaki adalah penyakit yang menyebabkan peradangan yang ditandai dengan bengkak dan kemerahan pada pembuluh darah di seluruh tubuh. Tahapannya diawali dengan demam tinggi yang berlangsung sekitar 5 hari, kulit kering dan mengelupas (3). Sementara Demam Scarlet merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang memicu ruam merah dan gatal di seluruh tubuh selama beberapa minggu (4).

Cara mengatasi kulit bayi mengelupas

  • Gunakan air hangat dan mandikan bayi dalam waktu yang singkat. Jangan memandikan si Kecil dalam waktu yang lama sebab dapat menghilangkan kelembaban kulitnya (1,2).
  • Hindari bahan kimia yang mampu mengiritasi. Perhatikan apakah sabun, deterjen dan parfum yang Anda gunakan berbahaya bagi kesehatan kulitnya (1).
  • Oleskan salep kaya pelembab khusus untuk bayi. Mengoleskan pelembab pada kulit bayi terutama setelah mandi akan membantu menangani kulit bayi yang mengelupas (1,2). Oleskan salep kaya pelembab untuk kulit bayi sensitif yang mengandung Deksphantenol (Vitamin B5) yang sudah teruji klinis dalam membantu mengatasi masalah kulit pada bayi (5).
  • Segera hubungi dokter untuk menjadwalkan konsultasi lebih lanjut apabila pengelupasan pada kulitnya tidak kunjung membaik.

Cara mencegah kulit bayi mengelupas (2)

  • Setelah mandi, jangan menggosok tubuhnya dengan handuk namun usaplah dengan perlahan.
  • Oleskan pelembab khusus bayi untuk mengunci kelembapan kulitnya minimal 1-2 kali sehari. 
  • Atur suhu ruangan. Udara yang terlalu panas cenderung membuat kulitnya lebih kering.
  • Setelah selesai berenang, segera mandikan bayi sampai bersih karena zat klorin dan garam berpotensi untuk mengeringkan kulitnya.
  • Pastikan ia selalu mendapatkan banyak cairan, terutama dari ASI ataupun susu formula yang sesuai dengan usia serta kebutuhannya.

CH-20211213-09

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi:

  1. Carrie Madormo. Why your Newborn Skin is Peeling. Very Well Health.Diakses pada 24 November 2021 dari https://www.verywellhealth.com/newborn-skin-peeling-5113033

  2. Valencia Higeura. Why Is My Newborn’s Skin Peeling? Healthline. Diakses pada 23 November 2021 dari  https://www.healthline.com/health/parenting/newborn-skin-peeling#other-causes  

  3. Karen A Ravin. Kawasaki Disease. Kids Health. Diakses pada 23 November 2021 dari https://kidshealth.org/en/parents/kawasaki.html 

  4. Joanne Murren-Boezem. Scarlett Fever. Kids Health. Diakses pada 24 November 2021 dari  https://kidshealth.org/en/parents/scarlet-fever.html 

  5. Mahnaz Shanazi, dkk. Comparison of the Effects of Lanolin, Peppermint, and Dexpanthenol Creams on Treatment of Traumatic Nipples in Breastfeeding Mothers. Journal of Caring Sciences. Diakses pada 24 November 2021 dari https://www.researchgate.net/publication/344980480

bentuk garis merah muda dan abu-abu melengkung ke atas Bepanthen