Penyebab Terjadinya Iritasi Kulit Bayi dan Cara Mengobatinya

Fakta Lengkap Tentang Iritasi Kulit Bayi

Bayi baru lahir memiliki tubuh yang sangat rentan sehingga tidak heran bila masalah kesehatan sering menjadi momok, termasuk masalah kulit bayi. Kulit bayi yang sensitif sangat mudah terserang penyakit atau gangguan kesehatan misalnya saja kemerahan, ruam dan juga kulit kering. Namun, jangan panik. Dengan mengetahui fakta lengkap mengenai iritasi kulit bayi, Ibu akan lebih siap dan tenang ketika menemui kondisi kulit si Kecil yang tidak seharusnya. Wawasan yang semakin luas dan ketenangan inilah yang membuat Ibu bisa mengambil langkah tepat untuk mengatasi masalah tersebut, baik dengan menggunakan produk atau obat-obatan bebas maupun konsultasi ke dokter anak.

Penyebab utama iritasi kulit pada bayi

Meskipun tidak semua bayi mengalami gangguan kesehatan kulit, namun wajar ketika buah hati Ibu mengalaminya. Pasalnya, kondisi kulit bayi masih sangat peka sehingga mudah terkena ruam, kehilangan kelembaban, ataupun terpapar bakteri, kuman dan virus yang membuat kulitnya kemerahan. Namun, pada dasarnya masalah kesehatan kulit bayi ini dipicu oleh satu hal: rusaknya lapisan pelindung alami kulit.

Penyebab Terjadinya Iritasi Kulit Bayi dan Cara Mengobatinya - Kaki bayi baru lahir

Ada banyak alasan yang menjelaskan mengapa lapisan kulit ini begitu sensitif dan sangat mudah rusak. Diantaranya adalah:

  • Kulit bayi jauh lebih tipis dibandingkan dengan kulit orang dewasa sehingga berbagai faktor penyebab iritasi kulit lebih mudah memengaruhi kondisi kesehatan kulit bayi
  • Jika dibandingkan dengan berat tubuh bayi sendiri, permukaan kulitnya jauh lebih luas sehingga potensi kulit mengalami iritasi juga menjadi lebih besar.
  • Kondisi pH kulit bayi lebih tinggi daripada kulit dewasa hingga dia berusia 3 bulan. Hal ini menyebabkan kulit cenderung dalam kondisi basa dan mudah terserang penyakit.
  • Di awal masa kelahirannya, bayi masih berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan di sekitarnya, begitu juga dengan kulitnya. Hal ini mengakibatkan kulit bayi rentan terhadap paparan sinar matahari serta gesekan dengan permukaan yang kasar, termasuk popok bayi. Gesekan macam inilah yang menjadi salah satu penyebab ruam popok.
  • Bayi cenderung lebih mudah berkeringat. Ketika suhu tubuhnya mengalami perubahan, keringat akan lebih mudah muncul dan akhirnya menyebabkan masalah kulit bayi.

Pencegahan iritasi kulit pada bayi

Kabar baiknya adalah masalah pada kulit bayi bisa dicegah dengan beberapa cara. Ibu bisa mencoba melakukan tips berikut ini supaya kulit bayi lebih sehat dan tak mudah teriritasi:

  1. Jangan mandikan bayi terlalu lama dan terlalu sering, apalagi menggunakan air yang cenderung panas. Hal ini akan membuat kulit bayi jadi mudah kering dan akhirnya gampang terserang penyakit
  2. Jika memungkinkan hindari penggunaan sabun bayi yang berpotensi membuat kulit kering
  3. Setelah mandi, tepuk-tepuk tubuh bayi menggunakan handuk lembut, bukan menggosoknya. Gosokan yang dilakukan membuat kulit bagi mengalami gesekan keras sehingga membuat bayi tidak nyaman 
  4. Selalu jaga suhu tubuh bayi agar tetap hangat, terutama ketika udara sedang dingin
  5. Cuci baju dan semua perlengkapan buah hati dengan detergen khusus yang tidak menimbulkan alergi
  6. Jaga kelembaban kulit bayi baik dengan mengaplikasikan losion serta memastikan kecukupan jumlah cairan yang masuk melalui ASI
  7. Pastikan kuku si Kecil selalu terpotong rapi untuk menghindari keinginannya menggaruk bagian kulit yang kering

Ketika ketujuh poin di atas telah dilakukan, kemungkinan kulit buah hati mengalami iritasi dan kemerahan dapat ditekan. Namun tentu saja ini tidak cukup. Mencegah terjadinya masalah pada kulit bayi sebaiknya menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas sehari-hari. Tiga kebiasaan baik di bawah ini akan membantu Ibu mencegah iritasi kulit si Kecil:

seorang ibu mengoleskan krim penghalang ke lengan dan tangan bayi Bepanthen

1. Selektif dalam memilih produk bayi

Produk bayi ada banyak macamnya, mulai dari popok, tisu, perlengkapan mandi, hingga pakaian sehari-hari. Semua kebutuhan tersebut haruslah dipilih dengan cermat dan teliti dengan memertimbangkan bahan yang digunakan.

  • Mintalah rekomendasi dokter atau ahli medis untuk merek produk tertentu yang terbukti secara klinis bagus untuk bayi
  • Untuk perlengkapan mandi dan juga pembersih peralatan bayi, pastikan bebas dari kandungan alkohol, pewangi, pengawet atau bahan lain yang bisa mengancam kesehatan kulitnya
  • Dalam memilih baju pastikan material yang digunakan ringan, lembut, menyerap keringat dan juga telah mendapatkan sertifikasi terstandar dari lembaga terkait
  • Pertimbangan kandungan emolien dan juga pro vitamin B5 pada produk perawatan bayi karena kedua zat tersebut dapat membantu melebabkan kulit
  • Pilihlah popok dengan bahan yang super lembut dengan ukuran yang sesuai, tidak sempit dipakai. Popok yang kekecilan ditambah lagi dengan bahan yang kasar akan memicu iritasi pantat bayi alias ruam popok

2. Menerapkan kebiasaan mandi yang baik dan sehat

  • Jangan terlalu sering memandikan bayi karena akan mengikis kelembaban alami kulitnya. Untuk perawatan sehari-hari Ibu cukup membersihkan wajah, tangan dan pantat bayi menggunakan kain lembut yang dibasahi dengan air hangat
  • Jika memang perlu memandikan si Kecil, pastikan menggunakan produk dengan pH netral dan memang khusus diformulasikan untuk bayi. Jangan lupa, gunakan hanya air yang suam-suam kuku, tidak boleh terlalu panas
  • Aplikasikan emolien atau pelembab khusus kulit bayi setiap habis mandi. Cara ini dapat membantu mengembalikan serta menjaga kelembaban kulit bayi sehingga jauh dari kekeringan dan iritasi

3. Memakai popok dengan benar

  • Penggunaan popok bayi sekali pakai bisa menghindarkan si Kecil dari ruam popok yang mengganggu kenyamanan jika sering diganti. Jangan pernah menunda mengganti popok jika sudah terlihat penuh atau kotor supaya kulitnya tidak teriritasi
  • Gunakan salep popok bayi atau salep pelindung (barrier ointment) setiap habis mengganti popok bayi. Hal ini dimaksudkan mengurangi gesekan kulit lembutnya dengan popok yang dipakai sehingga ruam tidak terjadi. Ingat untuk mengangin-anginkan bagian yang tertutup popok agar kulit memiliki waktu untuk bebas bernafas
bayi berbaring di tempat tidur setelah dioleskan krim Bepanthen.

Jika bayi berumur kurang dari setahun…

Ibu harus lebih protektif dalam menjaga kesehatan kulitnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan rutin mengoleskan salep yang mengandung pro vitamin B5 agar kelembaban kulit bayi terjaga sejak kelahirannya. Zat yang baik bagi kulit bayi ini bermanfaat juga untuk melindungi kulit bagian bawah seperti pantat dari gesekan dengan popok sehingga kulitnya terhindar dari masalah.

Banyak sekali rekomendasi ahli soal cara mengatasi ruam popok pada bayi, sehingga Ibu akan selalu tahu apa yang harus dilakukan ketika bayi mengalami hal ini. Terlepas dari cara mengobati ruam pada bayi yang dilakukan, pastikan Ibu sudah melakukan yang terbaik untuk mencegahnya terjadi sebab langkah preventif tetap lebih baik. 

LMR-CH20210624-26

bentuk garis merah muda dan abu-abu melengkung ke atas Bepanthen