Pertanyaan Seputar Bepanthen

Pertanyaan Seputar Bepanthen

Ruam Popok dan Kulit Bayi

    Kulit yang tertutup oleh popok rentan terkena gesekan, hidrasi berlebihan, tingkat keasaman yang berbeda, dan selalu bersentuhan dengan urine dan feses, dua iritan yang dapat memengaruhi kondisi kulit. Tiga jenis radang kulit yang berkaitan dengan penggunaan popok meliputi dermatitis chafing, dermatitis kontak, dan diaper kandidiasis. Akan tetapi, berbagai kondisi kulit lainnya dapat muncul di area yang tertutup popok. Jamur Candida albicans dan bakteri Staphylococcus aureus sering ditemukan di area yang terkena infeksi dan diperkirakan berperan penting dalam radang kulit yang berkaitan dengan popok.

    Penyebab umum dari ruam popok meliputi berbagai macam faktor, seperti: kulit bayi terlalu lama berada dalam keadaan lembap atau basah karena urine; gesekan; lecet karena bahan popok; terpapar garam empedu dan iritan lain pada feses yang merusak lapisan atas kulit; kadar keasaman kulit meningkat karena urine dan feses; serta kehadiran mikroorganisme.

    Referensi:
    Pogacar, Maja Sikic, Maver, Uros, et al. Diagnosis and management of diaper dermatitis in infants with emphasis on skin microbiota in the diaper area. 2017. International Journal of Dermatology2018,57, 265–275

    • Bayi tidak berhenti menangis, gelisah, perubahan pola tidur, dan menurunnya frekuensi buang air kecil atau besar.
    • Tingkat keparahan dermatitis kontak bervariasi dari kulit memerah tanpa gejala dengan maserasi, iritasi karena gesekan hingga peradangan parah yang membuat area kulit bayi berwarna merah mengilap, menyakitkan, timbul benjolan keras atau berisi nanah.
    • Ruam popok ringan kerap muncul pada anak-anak yang sebelum selesai menjalani toilet training. Tidak ada perbedaan tertentu di antara anak laki-laki atau perempuan. Beberapa penelitian menunjukkan anak yang menyusu memiliki peluang lebih rendah terkena ruam popok. 

    Referensi:
    Pogacar, Maja Sikic, Maver, Uros, et al. Diagnosis and management of diaper dermatitis in infants with emphasis on skin microbiota in the diaper area. 2017. International Journal of Dermatology2018,57, 265–275

    Secara garis besar, merawat kulit bayi sama dengan mencegah dan mengobati ruam popok:

    • Pencegahan dan pengobatan ruam popok berpusat pada edukasi dan dukungan terhadap orangtua
    • Penting bagi orangtua untuk mempelajari cara-cara umum dalam meminimalisir ruam popok melalui pengetahuan tentang penggunaan popok yang tepat, cara merawat kulit bayi, dan pencegahan ruam popok yang berulang
    • Bokong bayi yang tertutup oleh popok harus terpapar angin segar selama mungkin untuk mengurangi durasi sentuhan langsung antara kulit dengan lapisan popok yang sudah basah dan mengurangi gesekan pada kulit
    • Gunakan popok baru sehabis buang air kecil dan besar
    • Bayi yang berisiko tinggi terkena ruam popok sebaiknya menggunakan salep untuk melindungi kulit bayi di setiap penggantian popok. Salep bayi akan membentuk lapisan pelindung pada kulit bayi dan mencegah kulit terpapar iritan yang dapat mengurangi kelembapan secara signifikan, sembari memberikan waktu pada kulit yang tertutup salep untuk pulih kembali
    • Mengetahui cara membersihkan area yang terpapar popok dengan baik
    • Memandikan bayi menggunakan air hangat dengan suhu sekitar 37-40°C dan sabun yang ramah untuk kulit bayi dalam jumlah kecil.

    Referensi:
    Pogacar, Maja Sikic, Maver, Uros, et al. Diagnosis and management of diaper dermatitis in infants with emphasis on skin microbiota in the diaper area. 2017. International Journal of Dermatology2018,57, 265–275

    Gejala ruam popok dengan infeksi jamur:

    • Kulit merah berbintik atau seperti berjerawat
    • Ruam tidak membaik setelah diobati dengan salep bayi atau membutuhkan waktu lama untuk diobati
    • Ruam banyak muncul di lipatan kaki, sekitar alat kelamin, atau bokong
    • Ruam dapat muncul dengan gejala infeksi jamur di sekitar mulut bayi
    • Muncul bintik-bintik kecil di luar area ruam

    Gejala ruam popok biasa:

    • Kulit berubah merah muda atau kemerahan diikuti dengan tanda pecah-pecah atau lebih lunak
    • Ruam cepat pulih dan membaik dalam waktu 2-3 hari setelah dioleskan salep bayi
    • Ruam dapat timbul di area kulit bokong yang lebih lembut atau bagian luar alat kelamin bayi perempuan
    • Munculnya ruam tidak diikuti dengan tanda gejala infeksi jamur
    • Ruam hanya muncul pada satu area

    Referensi:
    1. Norris, Taylor. Identifying and Treating a Yeast Diaper Rash. 2019. https://www.healthline.com/health/parenting/yeast-diaper-rash

    Jika kondisi berkaitan dengan ruam popok, pengobatan yang sama dapat dilakukan dengan menambahkan penggunaan salep antijamur. Salep antijamur yang umum digunakan umumnya mengandung klotrimazol, mikonazol, atau ketokonazol. Kandungan nistatin dan mupirosin tidak efekfif melawan dermatofitosis. Pengobatan dapat berlangsung lebih lama, sekitar 2-3 minggu dengan satu atau dua kali pemakaian, tergantung pada jenis salep antijamur yang digunakan. Penting untuk mencari tahu sumber infeksi agar dapat diobati dan mencegah kembalinya infeksi di kemudian hari, sesuai arahan dokter.

    Referensi:
    Bonifaz, Alexandro, Rojas, Rubi, et al. Superficial Mycoses Associated with Diaper Dermatitis. 2016. Mycopathologia (2016) 181:671–679 DOI 10.1007/s11046-016-0020-9

    Infeksi bukan penyebab utama ruam popok pada bayi. Jadi, penggunaan krim antijamur untuk mengobati ruam popok harus dilakukan secara teliti. Penggunaan krim antijamur untuk pencegahan tidak disarankan karena dapat membuat kulit menjadi kebal terhadap infeksi jamur. Perawatan kulit bayi yang tepat dapat membantu mencegah ruam popok dan membantu pemulihan kulit yang terluka.

    Referensi:
    Pogacar, Maja Sikic, Maver, Uros, et al. Diagnosis and management of diaper dermatitis in infants with emphasis on skin microbiota in the diaper area. 2017. International Journal of Dermatology2018,57, 265–275

    Tentang Produk Bepanthen

      • Bepanthen® digunakan untuk melembutkan kulit bayi setiap hari terutama di area popok
      • Bepanthen®  memberikan lapisan pori untuk melindungi kulit bayi dari gesekan dengan popok.
      • Bepanthen® dengan Dekspanthenol (Pro Vitamin B5) merawat kulit bayi setiap hari.

      Bepanthen® dengan Triple Action Formula.

      Bepanthen® Melembutkan
      Bepanthen® mengandung Sweet Almond Oil, Lanolin dan Paraffinum liquidum, bekerja melembutkan kulit bayi setiap hari.

      Bepanthen® Melindungi dari Gesekan
      Bepanthen® dengan Lanolin yang memberikan lapisan pori untuk melindungi kulit bayi dari gesekan dengan popok.

      Bepanthen® Merawat
      Bepanthen® dengan Dekspanthenol (Pro Vitamin B5) merawat kulit bayi setiap hari.

      Untuk merawat kulit bayi, bersihkan kulit dengan air. Oleskan
       Bepanthen® dengan tipis dan merata pada kulit yang akan
      tertutup popok serta daerah lipatan seperti paha dan
      selangkangan. Untuk hasil optimal, gunakan Bepanthen®
      sebelum memakai popok setiap hari.
      Untuk merawat puting susu selama masa menyusui, bersihkan
      puting susu setelah menyusui lalu oleskan Bepanthen®.

      Siapa yang boleh menggunakan salep bayi Bepanthen®?

        Salep bayi Bepanthen® merupakan produk yang ramah pada kulit. Kandungannya bekerja untuk merawat kulit, sekalipun untuk kulit bayi.

        Jika orangtua mencurigai ruam terjadi karena alergi, harap konsultasikan dengan dokter anak terlebih dahulu sebelum menggunakan obat apa pun.

        Bagaimana cara kerja produk Bepanthen?

          Untuk merawat kulit bayi, bersihkan kulit dengan air. Oleskan
          Bepanthen® dengan tipis dan merata pada kulit yang akan
          tertutup popok serta daerah lipatan seperti paha dan
          selangkangan. Untuk hasil optimal, gunakan Bepanthen®
          sebelum memakai popok setiap hari.
          Untuk merawat puting susu selama masa menyusui, bersihkan
          puting susu setelah menyusui lalu oleskan Bepanthen®.

          Salep Bepanthen dapat dioleskan pada area luar kelamin untuk merawat kulit yang bersentuhan dengan popok.

          Rekomendasi yang disarankan hanya untuk mengoleskan Bepanthen secara tipis pada bagian wajah atau area sekitar mulut; oleskan ketika bayi sedang terlelap untuk meminimalkan salep tertelan tidak sengaja. Sebaiknya menggunakan sarung tangan ketika Bepanthen dioleskan di wajah.

          Salep Bepanthen® dibuat dengan lemak alami, air, dan provitamin B5 yang tidak menimbulkan reaksi jika masuk ke dalam tubuh dalam kadar kecil. Akan tetapi, orangtua tetap harus memperhatikan apakah ada gejala yang timbul pada bayi jika salep tertelan. Apabila muncul gejala yang tidak wajar, segera bawa si Kecil ke dokter.

          Anda tidak perlu menggunakan bedak setelah mengoleskan salep bayi Bepanthen®.

          Salep Bepanthen® berwarna kuning dan tebal. Penggunaan Salep dapat disesuaikan dengan masa kadaluwarsa yang tertera pada produk untuk menjamin kualitas produk sebelum kemasan dibuka sama sekali. Simpan Salep Bepanthen® dibawah suhu 25° dan jauhkan dari
          jangkauan anak-anak.