Kenali Jenis Penyakit Kulit Pada Bayi | Bepanthen

Macam-Macam Penyakit Kulit pada Bayi

Penyakit kulit ternyata tak hanya umum dialami oleh orang dewasa, baik pria maupun wanita. Anak-anak, termasuk bayi yang memiliki kulit yang masih sangat lembut dan halus, juga rentan sekali terhadap berbagai macam masalah pada kulit.

Ternyata segera setelah mereka dilahirkan, bayi bisa saja mengalami macam-macam penyakit kulit (1). Beberapa di antaranya hanya bersifat sementara dan akan hilang dalam waktu singkat. Ada juga yang merupakan tanda lahir yang mungkin pada saat si kecil lahir tidak terlihat, namun setelah beberapa waktu akan tampak dan bertahan sepanjang hidup mereka. Sementara beberapa jenis penyakit kulit pada bayi lainnya mungkin akan tetap ada di tubuh mereka jika tidak diatasi dengan segera.

Memahami Kulit Bayi

Kulit bayi baru lahir sangat rentan terhadap segala jenis ruam. Namun Anda tak perlu khawatir, karena sebagian besar ruam ini tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya. Di bawah ini adalah macam-macam masalah kulit bayi baru lahir yang paling sering kita temui:

Jerawat Neonatorum

Beberapa bayi lahir mengalami masalah kulit yang kelihatan mencolok, seperti jerawat yang timbul di daerah pipi hingga leher. Jerawat yang terjadi pada sekitar 20% bayi baru lahir di dunia ini disebut sebagai acne neonatorum alias jerawat bayi. Penyakit kulit ini biasanya muncul pada usia 2 hingga 3 minggu pertama kelahiran yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon androgen dari sang ibu yang menyusuinya atau justru si bayi sendiri. Jerawat neonatorum bisa ditangani dengan memberikan obat atopik atau salep yang diresepkan oleh dokter dengan kandungan antijamur. Meskipun butuh waktu agar jerawat menghilang, jangan sampai memencet atau memegang-megangnya karena beresiko infeksi (2).

Cradle Cap

Kondisi ini merupakan ruam kulit berminyak dan berkerak pada kepala yang umum dialami oleh newborn ataupun bayi yang usianya lebih tua. Cradle cap akan muncul karena adanya penumpukan sebum yang menyebabkan sel-sel kulit mati saling menempel hingga membentuk kerak tebal. Biasanya cradle cap muncul di kulit kepala, selangkangan, leher, belakang telinga, wajah atau ketiak (3).

Anda bisa mengoleskan mineral oil atau petroleum jelly untuk melembabkan area cradle cap, kemudian menggosok lembut dengan sikat halus atau kain lembab agar kerak terangkat. Kondisi ini sebenarnya bisa hilang dalam beberapa pekan atau bulan sejak bayi dilahirkan. (3)

Ruam Popok

Ruam popok atau diaper dermatitis termasuk dalam penyakit kulit pada bayi yang sering terjadi terutama jika buah hati mengenakan popok sekali pakai. Kemerahan yang terjadi biasanya terlihat di area kulit yang tertutupi oleh popok, misalnya pangkal paha, pantat dan perut bagian depan. Ruam popok bisa terjadi dalam level ringan yang tidak membuat buah hati terganggu atau bahkan parah hingga menjadi luka yang harus mendapatkan perawatan dari dokter. Gangguan kesehatan kulit ini seringkali disebabkan oleh kontak yang terlalu lama antara kulit bayi dengan kotorannya baik urin maupun feses sehingga pencegahan yang paling baik adalah dengan rajin mengganti popoknya bahkan sebelum penuh. Mengoleskan salep khusus untuk mencegah ruam juga disarankan demi melindungi kulit bayi yang sensitif dari gesekan (2).

Milia

Terlihat mirip seperti komedo putih yang muncul di wajah bayi baru lahir, milia sebenarnya merupakan kista kecil yang berisi sebum dan keratin. Pada sebagian kasus, penyakit kulit pada bayi satu ini juga muncul di gusi. Meskipun mengganggu, milia bukan penyakit kulit bayi yang berbahaya karena dapat hilang tanpa pengobatan apa pun setelah beberapa hari pertama kehidupan bayi Anda (3).

Bintik Mongolia

Jenis sakit kulit pada bayi tak berbahaya berikutnya adalah melanositosis bawaan yang juga dikenal dengan sebutan bintik Mongolia. Bentuknya datar dengan permukaan kecil atau besar. Warnanya abu-abu atau kebiruan. Sekilas terlihat seperti memar. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa pigmen yang tak sampai ke lapisan atas kulit ketika proses pembentukan bayi di dalam rahim ibu (1).

Ruam yang muncul setelah beberapa hari, pekan atau bulan setelah kelahiran dan umum terjadi di bagian tubuh mana pun pada bayi berkulit gelap ini biasanya akan memudar ketika si kecil memasuki usia sekolah (1).

Biang Keringat

Dari macam-macam penyakit kulit pada bayi, biang keringat adalah salah satu yang umum dialami oleh bayi-bayi yang tinggal di daerah beriklim panas, seperti Indonesia. Bentuknya bisa berupa benjolan kecil kemerahan atau benjolan melepuh kecil yang berisi cairan atau nanah, biang keringat biasanya terlihat muncul di dada, punggung, ketiak atau leher bayi (3).

Biang keringat muncul ketika adanya penyumbatan pada saluran keringat di kulit si kecil. Terkadang kemunculan biang keringat terlihat setelah bayi terpapar suhu panas yang teramat sangat atau saat bayi terbungkus pakaian yang terlalu tebal dan rapat.

Ruam ini bisa hilang dengan sendiri tanpa pengobatan apa pun. Hanya saja Anda perlu memastikan si kecil mengenakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat untuk menghindari risiko iritasi berkelanjutan.

Perawatan Kulit Bayi

Mengingat kulit bayi yang jauh lebih tipis dan rapuh daripada kulit kita orang dewasa, perawatan kulit bayi tentunya berbeda. Perhatikan durasi waktu mandi si kecil. Pastikan buah hati Anda berendam di air hangat tidak lebih dari 5 menit. Gunakan sabun lembut khusus untuk bayi. Usai memandikannya, oleskan pelembab ke seluruh kulit dan krim popok untuk mencegah terjadinya ruam popok yang merupakan penyakit kulit pada bayi yang sangat mengganggu bagi buah hati Anda (3). Pastikan Anda hanya menggunakan produk yang ringan, bebas pewangi dan pewarna serta bahan kimia dan sudah terbukti aman untuk kulit bayi yang masih sensitif.

LMR-CH-20210831-90

Referensi :

  1. Your Newborn's Skin and Rashes diakses pada 22 April 2021 dari https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-skin-rashes#1 
  2. Annalisa Patrizi et all. Frequent Newborn Skin Diseases. Clinical Dermatology 2016; 4 (3-4):82-86. January 2016.
  3. Skin conditions and birthmarks in newborns diakses pada 22 April 2021 dari https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=455&language=English
bentuk garis merah muda dan abu-abu melengkung ke atas Bepanthen